Floating Image
Floating Image
Sabtu, 14 Maret 2026

Oknum Loreng Terlibat Dalam Razia "Komitmen Zero Pungli" di Rutan Sidikalang


Oleh Redaksi
14 Maret 2026
tentang Berita Regional
Oknum Loreng Terlibat Dalam Razia "Komitmen Zero Pungli" di Rutan Sidikalang - NavigasiVisual

Setelah Menyita Barang Bukti, Petugas Melakukan Poto Bersama/ist

47 views

Sumut, Navigasivisualid - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang terus menerus mempertegas integritas pelayanan dan keamanan melalui langkah preventif yang ketat. 

Hal ini zejalan dengan implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rutan Sidikalang menggelar razia insidentil gabungan bersama jajaran TNI.

Pemberantasan barang terlarang yang berpotensi menjadi celah praktik pungutan liar (pungli) dan peredaran narkoba, kemudian digelar, Sabtu (14/03/2026).

Kegiatan penggeledahan tersebut dipimpin langsung oleh Ka.KPR Rutan Kelas IIB Sidikalang, Brema Barus, yang dimulai pada pukul 20.00 WIB.

Kepada awak media, pihak lapas membenarkan sebanyak 17 personel gabungan, terdiri dari 15 petugas Rutan dan 2 anggota TNI, diterjunkan untuk menyisir kamar hunian nomor 16 hingga 23 di Blok Imam Bonjol secara teliti.

Sementara, menegaskan bahwa razia ini bukan sekadar rutinitas keamanan, melainkan bentuk pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada fasilitas atau barang terlarang yang disalahgunakan untuk praktik penipuan maupun pungutan tidak resmi di dalam Rutan. 

"Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang bersih dan transparan. Razia gabungan ini adalah bukti nyata bahwa tidak ada ruang bagi barang ilegal maupun praktik pungli di Rutan Sidikalang," tegas Loviga.

Dalam penggeledahan yang dipandu oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), petugas lalu berhasil menyita berbagai barang yang dilarang berada di dalam sel, di antaranya:

6 buah pisau rakitan, 2 buah pisau cukur,  1 buah gunting, 8 buah botol kaca, 8 buah mancis, 2 buah sendok besi, Barang-barang lain seperti penggaris besi, jarum, dan kartu remi.

Seluruh barang temuan tersebut segera didata dan dimusnahkan di tempat untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut. Sinergi antara Rutan dan TNI ini diharapkan dapat memutus mata rantai potensi gangguan keamanan serta menjaga marwah institusi dari segala bentuk penyimpangan.

Lalu kegiatan berakhir dengan aman dan tertib, menunjukkan kesiapan personel dalam menjaga stabilitas dan integritas hunian demi pelayanan pemasyarakatan yang lebih baik. (Red)

Penulis

Redaksi

Berita Lainnya dari Berita Regional